Lelaki Tak Bermakna

Posted on April 5, 2009

0


Aku semakin hilang
dalam rimbun ketiak buku yang menantang
dieja dan diterjemahkan
hanya memiliki fragmen-fragmen cahaya tak berjembatan
murung jongkok di ubun-ubun

layaknya sebuah cermin yang terjatuh pada lantai
menyerpih tak terhingga, tiada kuasa merefleksi lukisan utuh
bersemayam di depannya.

Aku semakin tersesat
dalam riak-riak wacana yang mendebur
menuntut ditaklukkan dan ditenangkan
tapi, tiada layar dan perslancar
untuk dipermainkan di atas gelombang

seperti kapal arung jeram
terombang-ambingkan ganas arus
yang mengalir menuju lautan.

Aku hanya lelaki tak bermakna
di antara rimbun kata dan riak wacana.

130309

Iklan
Posted in: Poem and Poetry