Sang penakluk

Posted on Desember 16, 2009

1


Padamu yang datang membawa pedang

dan menghunuskannya di kota hati yang telah mati

hingga darah merah jambu yang bertahun-tahun beku

mengucur, membasahi ladang-ladang jiwa

yang telah mengering

Padamu yang datang membawa seteguk air

dan mendulangkannya di mulut hati yang telah dahaga

hingga urat-urat merah jambu yang telah kering

mulai bugar kembali

memupus bermekaran laiknya tetumbuhan di musim semi

Padamu kan kuwariskan

seluruh kota hati

dengan sepenuh rimbun cinta, kasih, dan sayang,

wahai sang penakluk.

hanya kepadamu kan kuwariskan kota hati

hanya kepadamu.

051209

Iklan
Posted in: Poem and Poetry