Kau Dalam Secangkir Lamunan

Posted on Juli 13, 2010

2



Menuangkanmu dalam secangkir lamunan
telah memasung jamaknya waktu
pada asa tak terpaku.

Memang, kau pernah berkata “tidak”
untuk berlapang hati
sehingga kristal harapan retak
di ujung belati “sendiri”.

Kemarin, kau datang lewat sederet kata
yang ku tak mampu menyelaminya
entah terbalut rasa atau cuma canda

pada kata-kata itu
harapanku kembali terpaku
mengetuk pintumu
dengan segala kekuranganku

tapi, lagi-lagi mulutku kelu
memecah kata di hadapanmu
dan sampai kini, hanya bisa menuangkanmu
pada secangkir lamunanku.

Cairo 271206

Iklan
Posted in: Poem and Poetry