Mimpi Di Pucuk Sepi

Posted on Agustus 16, 2010

0


Aku terpatri lagi di pucuk-pucuk sepi
hanya garis-garis mimpi menjelma dewa-dewi
menjanjikan pelangi
saat gerimis diintai matahari.

Ya, dewa-dewi hanya menjanjikan pelangi
yang tak abadi mengiring hujan
dan selalu lari disiram matahari
tanpa atsar terlukis di awan.

Ratu peri dan bidadari juga tak mau menemani
melukiskan bintang maupun bulan
yang abadi mengusir petang
kala raja siang tak lagi berkumandang

aku terpatri di pucuk-pucuk sepi
menengok garis-garis mimpi dewa-dewi
yang membentuk halusinasi
di atas tanah terpanggang matahari

garis-garis mimpi dewa-dewi hanya melukis halusinasi
yang segera terbenam di langkah kaki
dan pecah ditikam kelopak mata
tak tinggalkan tapak maupun tanda

mimpi di pucuk sepi
menjelma dewa-dewi
hanya menjanjikan pelangi
dan melukis halusinasi.

Cairo 070207

Posted in: Poem and Poetry