Laki-laki Dalam Pena

Posted on September 20, 2010

0


Sampulmu semaki lusuh
ditikam seribu satu mata
dengan tatapan seorang hakim
yang tak tahu waktu memukul palu

seribu satu dakwaan atas covermu
telah menggiring banyak kepala pada satu titik ;
tak layak kau dilabel nilai bahkan distempel moral
karena yang terlukis hanya warna gimbal kumal

kepalaku telah beralih menjadi kaki
saat kubidik kau mengembangkan senyum
menyimak vonis mereka tanpa sepatah kata
mengusap cucuran tikaman di wajahmu

pada alibi itu kudengar lirih
batinmu mengibarkan kata ;
biarkan saja meta-mata berkelana mendakwa
tapi hanya yang punya sinar mata yang lebih tajam dari matahari*
yang paling tahu memukul waktu untuk diriku.

Cairo 140306

*kutipan lirik lagu Ebied G. Ade

Posted in: Poem and Poetry