Pundi-pundi yang Gugur

Posted on Oktober 11, 2010

0



Cerita tentang pepohonan
yang ditanam untuk pundi-pundi penyembahan
serta dididik sebagai benteng-benteng kepercayaan
kutemukan daun-daunnya layu di atas tanah berair
di kawasan tropis sebuah negeri
yang penuh sesak oleh ajaran matahari.

Cahaya yang diharapkan muncul
hanya menjelma topeng-topeng penutup kemaluan
yang terlahir dari ketidakmampuan berfotosintesa
dengan banjirnya cahaya matahari
dari negeri bermunculan para nabi dan wali.

Bunga serta daun beranjak berguguran
menyisakan ranting-ranting kesepian
diamuk perjalanan zaman.

Burung-burung kebingungan
kemana akan membangun sangkar
buat berlindung dari amukan Tuhan
dan melarikan diri dari kejaran bujuk rayu setan.

Pohon-pohon harapan
tak mampu menaungi keluh-kesah piaraan
yang tiada henti merengek-rengek
memohon ajaran.

Dan apa yang telah disumbang pepohonan?
rantingnya tak menelurkan buah
toh kalaupun berbuah
buahnya tak matang tuk dimakan.

Burung-burung piaraan hanya tertawa keheranan
menonton pepohonan yang tak berdaun dan berbuah
padahal mereka tumbuh di kawasan penuh kesuburan
dengan pengairan ajaran pagi siang sore dan malam.

Cairo 030707

Iklan
Posted in: Poem and Poetry