Pada Pemaki Gerhana

Posted on Oktober 23, 2010

0


Gerhana janganlah terus dimaki-maki
karena makian tak mampu menjaring matahari
dan larut malam tak sanggup berlari
sebelum fajar dan lahir matahari

Biarkan saja gerhana menggenangi bumi
jangan alirkan sesal atas apa yang terjadi
karena sesal hanya akan menaruh batu
pada jalan yang kan dilalu

Banyak lilin dan dian yang bisa dinyalakan
menitah kaki tuk berjalan
menapaki kelam menjemput siang
buat negeri yang masih pagi belepotan petang

Sayang, empunya negeri cuma bisa beradu beo
di pasar malam yang semakin penuh oleh rongsokan
tak bisa bermain catur daur ulang
menyulut barang setitik dua titik api

Oalah pak, pak..!
kalau kalian cuma beradu beo
anjing-anjing kami lebih buas menyalak menggonggong
mencium daging busuk negeri ini

Tapi, kami takkan lepaskan kerangkeng besi
karena salak anjing hanya melahirkan tangis bayi
juga mengundang ricuh
di aliran sungai yang telah keruh

Bukankah setitik cahaya lilin
lebih berguna dari untaian kalimat caci-maki
kepincangan negeri?

Cairo, 060607

Iklan
Posted in: Poem and Poetry