Budak Fir’aun, Burung Pipit, dan Dering HP

Posted on Oktober 27, 2010

0


fir’aun telah mengalahkanku
di negeri musa dilahirkan
ia angkat aku sebagai budak
sedang aku datang tuk mengabdi pada musa

apakah itu karena Musa telah dikurung di surga
dan Fir’aun dijanjikan abadi muminya di dunia
sebagai lukisan kekuasaan-Nya
atau aku yang tak punya tongkat Musa
yang bisa dilempar ke samudra
saat tergopoh-gopoh
dikejar Fir’aun beserta bala kurawanya
agar mau mengibarkan benderanya?

burung-burung pipit selalu ceria
bersuling diantara dahan-dahan yang berjoget
oleh irama angin pagi di balik jendela kamar
yang acap kali buta saat surya memasang mata

burung-burung pipit meniru katak dari dahan ke dahan
mematuk-matuk rahmat-Nya
sembari berkicau puja-puji
telah diperkenankan mengintai kelahiran matahari

dering HP menjelma anjing herder
rumah kaca yang melihat mangsa
setiap kali jarum pendek membidik tepat angka empat
dan jarum panjang vertikal

tapi, ketika mulai menggonggong
langsung kubungkam hingga sunyi kembali
merangkul mesra kamar itu
mengusir malaikat yang bertamu
menanam biji-biji rahmat
di kala semua mahluk membuka lembaran baru

Cairo 090707

Posted in: Poem and Poetry