All about me.

Itu bukan nama asli diriku, tetapi hanya nama pena. Seperti yang sering orang katakan. Aryasupang kujadikan nama blogku karena terinspirasi oleh kedua orang tuaku sendiri. Kepanjangan nama tersebut adalah Aryati dan Supangkat, nama kedua orang tuaku sendiri. Mengapa kutuliskan nama itu, tentu saja jawabannya bisa kawan-kawan terka sendiri. Intinya, ingin kuharumkan nama mereka berdua yang telah, dengan susah payah pastinya, mendidikku dan mengajariku tentang segala sesuatu. Dan godwilling, nama itu akan terus aku arumkan dalam setiap langkah dan derap laju yang kuraih. Terimakasih ayah, terimakasih bunda atas segala yang telah kau kasih kepadaku.

Nama asliku adalah Titis Rasa Wulan. Eit, tapi dont misunderstanding dahulu, I am male. Bukan cewek lho. Pasalnya banyak sekali kawan-kawan yang sering tertipu dengan namaku. hehe..

Aku dilahirkan di sebuah kota kecil di daerah Jawa Tengah. Magelang nama kota itu, it’s a beautiful town you know! Ga percaya? come to my home please, and make it sure and real.

Sejak dini aku telah disekolahkan di TK Aisyiyah di desa kelahiranku, lalu melanjutkan ke MI Muhammadiyah Bumiayu, masih di daerah di mana aku terrlahir. Nah, baru setelah lulus MI, aku bersekolah agak jauh dikit. Aku melanjutkan di MTsN Kaliangkrik, di daerah pegunungan gitu, pokoknya di daerah udara sejuk. Jarak sekolah tersebut dari rumahku sekitar 30-an kilometer. Tiap Hari aku harus melaju pagi-pagi ke sekolah, because of distance and time. Setiap pagi jam setengan enam aku sudah harus angkat kaki dari rumah menuju sekolah.

Tahu ga? Ya jelas nggak lah, untuk ke sekolah MTs-ku, aku harus berjalan dahulu sekitar satu kilometer menuju ke jalan raya. Tahu dong pasti alasannya, I live on village far from my own town. However, it’s very nice to me. Karena bagiku, desaku adalah desa impian yang jauh dari kebisingan dan polusi. Very very fresh banget pokoknya.

Nah, beranjak ke sekolah menengah atas, Aku pindah ke kota lain. Di Solo, do you know it? It’s called kota budaya. Aku menimba ilmu di salah satu sekolah di kota itu, nama sekolahku adalah MAKN I Surakarta. Di MAKN, aku mencium bau keasingan. Tak pernah kutemukan sebelumnya sekolah yang bermodel seperti itu. I shocked, do oyu know why? Karena tiap hari aku disuruh berbahasa Arab dan Inggris. Padahal aku putih bersih dengan dua bahasa itu sebelumnya. Akan tetapi ahirnya aku bangga dengan sekolahku itu. Karena kalau tidak sekol;ah di sana, mana mungkin aku bisa mengenal bahasa asing. Itulah yang membuat aku merasa memiliki sedikit ilmu. Dan juga di sekolah itulah mataku bisa terbuka akan pentingnya ilmu lewat membaca. Dan itulah yang mengantarkanku menjad seorang yang gemar akan mengoleksi buku, meskipun sebenarnya buku yang kumiliki tak layak untuk menyebut diriku sendiri sebagai kolektor buku. Alasanku satu-satunya karena persoalan finansial. Maklum lah hanya orang golongan grassroot kok. Jadi wajar kan, kalau kekurangan uang. hehehe.

Sesudah kelulusan, aku sempat nganggur satu tahun. Selama masa pengangguran aku belajar di universitas alam raya dengan segala realita yang ada. Aku benar-benar mendalami dan merasakan bagaimana orang-orang kecil hidup. Pingin tahu apa yang aku kerjakan selama satu tahun?

Aku menjadi buruh. Di antaranya aku mengumpulkan batu-batu kali lalu dijual untuk dijadikan pondasi bangunan, menyunggi pasir dar pinggir jalan di bawa ke parit dekat sungai guna membangun irigasi, jualan hewan-hewan ternak seperti ayam dan burung dara, ikut bergabung bersama teman-teman kampungku menjadi buruh gaji pembangunan irigasi dan jalan di desa kami sendiri. selain itu, aku juga pernah mencba mengais usaha sendiri, aku mencoba menetaskan telur bebek dan membesarkannya, menjadi pedagang ikan asin di sebuah kios milik kakak perempuanku, dan juga pernah mencoba membuat ceriping tales. Semua itu benar-benar aku jalani. Aku juga pernah mencoba melamar menjadi pegawai negeri dengan menggunakan ijazah menengah atasku, akan tetapi belu bisa lolos. Melamar pekerjaan di sebuah perusahaan juga pernah aku jalani dan sudah diterima. Akan tetapi, ahirnya tidak diperbolehkan orang tuaku sendiri dengan alasan bahwa tahun depan aku sudah harus kuliah, meneruskan pendidikanku.

Benar, hanya satu tahun aku berhenti dari sekolah. Aku mengikuti ujian SPMB dan diterima di sebuah perguruan tinggi negeri di kota Semarang. Satu setengah tahun aku kuliah di jurusan sastra Indonesia Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Semarang. Selain tercatat sebagai mahasiswa UNNES, namaku juga tercantum dalam daftar penerima beasiswa di Universitas Al-Azhar, Mesir. Akan tetapi no body’s know kalau aku mendapat beasiswa ke luar negeri. Aku pun tak mau mengatakan hal tersebut kepada seluruh teman-temenku di UNNES.

Dengan satu alasan, ahirnya, setelah satu setengah tahun menimba ilmu di UNNES, aku memutuskan mengambil beasiswa tersebut. Hanya karena ingin membahagiakan orang tuaku dan menjadikan mereka bangga, kuputuskan untuk meninggalkan kuliah dan mengulangi kuliah di Universitas Al-Azhar, Mesir.

Dan sampai saat ini aku masih tercatat sebagai mahasiswa perguruan tinggi tersebut. Di fakultas Islamic Theologi jurusan Pemikiran dan Filsafat.

11 Responses “All about me.” →

  1. Aris s

    Juli 14, 2009

    Tis, i’m proud of ur struggle ‘n ur spirit in achieving ur future. Do your best. Remember ur teacher at mts beseran?

    Balas

    • aryasupang

      Juli 14, 2009

      oh Mr Aris, yes I still and always remember my teachers who teached me from nothing and made me ablle to open the new word never foud before. By the way, how are you? where from did you know my blogs?? your foolish student.

      Balas

  2. Aris Suranto

    Juli 17, 2009

    I found your blog when i searched for information about mtsn x-angkrik and finally found ur blog. U have good talent in writing.

    Balas

  3. Lulud Oktaviani

    Februari 14, 2010

    hmm…
    cukup menginspirasi dan mengharukan…

    Balas

  4. aryasupang

    Februari 22, 2010

    makasiih,,,,

    Balas

  5. Evi Agus (arianto)

    Juli 4, 2010

    Subhanallah….., masih saja aku kenal dengan org2 sastra yg Super.
    tentu stlah andeng2,,,,,

    tetep semangat…!!
    berjuang tuk yg terbaik

    Balas

    • aryasupang

      Juli 13, 2010

      seep setuju, tetep semangat n berjuang.
      tapi aku ndak setuju, nek dibilang setelah andeng2. maklum perspektif subjektif. :P:P
      hehehe..

      Balas
  6. wah wah wah… sastrawan ki keto e

    Balas

  7. santi anggraeni rahayu

    Maret 22, 2013

    subhanalloh,,,,pengalaman yg bgtu menyentuh hati,,,,hebat pak….

    Balas

    • aryasupang

      Maret 27, 2013

      bagaimana mungkin hatimu kusentuh, ia tertutup rapat oleh daging dan tulang-belulang di tubhmu. heheh

      Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: